Rabu, 16 Maret 2011

Menjawab YHWH Ataukah Allah

Dalam dunia Kristen saat ini terlihat ada gelombang pemikiran baru menyangkut tentang nama diri dari Tuhan. Sumber permasalahannya ternyata bukan datang dari ajaran diluar Kristen, namun merupakan reaksi dari kebingungan penganut Kristen sendiri tentang catatan nama Tuhan yang ada dalam Alkitab, baik berupa bahasa aslinya, maupun terjemahannya dalam Bahasa Indonesia. Salah satunya tulisan yang saya baca pada website ini :


Intinya, tulisan tersebut berusaha untuk mengembalikan nama diri Tuhan yang dianggap telah keliru arti kembali menjadi Yahweh (YHWH). Saya sendiri tidak berminat ‘ikut campur’ memperdebatkan kata ataupun istilah ‘Allah, Tuhan, Yahweh’ sesuai fokus dalam tulisan pada website tersebut. Saya mencoba lebih memfokuskan diri kepada pertanyaan besar :

1. KAPAN NAMA ‘YHWH/YAHWEH’ SEBAGAI NAMA DIRI TUHAN PERTAMA KALI DIPERKENALKAN..??

Dalam Perjanjian Lama tercantum keterangan :

Kel 6:2 (6-1) Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Akulah TUHAN.
Kel 6:3 (6-2) Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri.


Kata ‘TUHAN’ berasal dari Bahasa aslinya ‘Yahweh’ atau ‘YHWH’ yang tertulis dalam sumber Perjanjian Lama berbahasa Ibrani. Untuk penjelasan lebih lengkap, anda bisa membacanya pada website ini :


Maka ayat tersebut bisa dijelaskan bahwa Tuhan telah berbicara/berfirman kepada Musa, sebagai pihak yang dipercaya umat Kristen menulis 5 Kitab pertama dalam Perjanjian Lama, memberitahukan bahwa nama-Nya adalah ‘YHWH/Yahweh’ sebagai nama diri, sekaligus dinyatakan orang-orang sebelum itu belum mengenal nama diri tersebut. Namun si penulis yang sama mengaku hal yang berbeda :

Kej 4:26 Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN.


Set adalah anak dari Adam dan Hawa, dan nama diri Tuhan, yaitu ‘YHWH/Yahweh’ mulai dikenal orang pada jaman anak dari Set, bernama Enos lahir. Bunyi ayat tersebut jelas menerangkan kapan nama ‘YHWH/Yahweh’ pertama kali diperkenalkan (yang digaris-bawahi). Disini muncul pertanyaan : Mana dari kedua penjelasan tersebut yang benar..?? mengingat keduanya bicara soal WAKTU pertama kali nama 'YHWH/Yahweh' diperkenalkan. Apakah keduanya bisa disinkronkan dan diartikan bahwa yang tidak mengenal nama YHWH/Yahweh sesuai Kel 6:3 itu hanyalah Abraham, Ishak dan Yakub saja..?? sedangkan orang lain sudah kenal dengan nama Tuhan tersebut, bahkan jauh sebelum ketiga orang tersebut hidup. Katakanlah kita membenarkan saja hal tersebut, sekalipun kedengarannya aneh mengingat Abraham, Ishak dan Yakub merupakan orang-orang pilihan yang ajaran dan perkataannya banyak dikutip dalam Alkitab dan tercatat sering ‘berdialog’ dengan Tuhan. Keterangan tersebut kembali ‘dimentahkan’ oleh tulisan dari orang yang sama, yaitu Musa (menurut anggapan Kristen) dalam ayat ini :

Kej 4:1 Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN."

Terdapat apologi dari pemeluk Kristen menyatakan bahwa wajar saja dalam Kitab Kejadian yang menceritakan peristiwa sebelum jaman Musa sudah tertulis nama ‘YHWH/Yahweh’ karena kitab tersebut memang ditulis oleh Musa yang sudah mengenal nama diri Tuhan tersebut. Pendapat ini terlihat logis, misalnya untuk menjelaskan ayat ini :

Kej 2:4 Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit,--


Kata ‘TUHAN’ merupakan terjemahan dari ‘YHWH/Yahweh’ dan kata ‘Allah’ diterjemahkan dari asal kata ‘Elohim’. Disitu bisa kita jelaskan bahwa Musa menceritakan tentang Tuhan yang sudah diketahui namanya menciptakan alam semesta, kejadian penciptaan memang dimasa silam, namun keterangannya dibuat pada jaman Musa. Ini adalah penjelasan yang masuk akal. Namun bagaimana menjelaskan Kej 4:1 yang menceritakan tentang UCAPAN dari Hawa yang adalah nenek dari Enos, kata yang keluar dari mulutnya menyebut ‘YHWH/Yahweh’. Alasan bahwa tulisan tersebut dibuat pada jaman Musa tidak bisa menolong, karena sekalipun ditulis kapanpun setelahnya, ucapan atau perkataan orang yang dikutip tentu harus sesuai dengan apa yang diucapkan orang tersebut pada waktu itu. Beda halnya kalau si pengarangnya sendiri memberikan informasi atau penjelasan tentang sesuatu dimana lampau.

Maka untuk kasus ‘perkataan Hawa’ ini terdapat 2 kemungkinan :

a. Faktanya Hawa sama sekali tidak menyebut ‘YHWH/Yahweh’ ketika menyambut kelahiran Kain, itu hanyalah merupakan kata TAMBAHAN dari si pengarang kitab tersebut.
b. Atau Hawa memang menyebut nama diri Tuhan, namun yang pasti bukan ‘YHWH/Yahweh’, ada nama diri dari Tuhan lain yang sudah dikenal oleh Hawa pada waktu itu.

2. APAKAH ADA NAMA DIRI TUHAN SEBELUM DIPERKENALKAN PADA MUSA..??

Kita mencoba menelusuri jawaban pertanyaan tersebut, dari ‘rimba-raya’ 5 Kitab Musa, terutama yang mencantumkan kisah-kisah manusia sebelum nama ‘YHWH/Yahweh’ diperkenalkan kepada Musa. Saya sendiri tidak akan mempermasalahkan ayat yang berbentuk ucapan/tulisan si penulisnya, namun fokus kepada perkataan/ucapan orang yang dikutip dalam kitab tersebut :

Kej. 15:2 Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu."
.
Kej. 15:8 Kata Abram: "Ya Tuhan ALLAH, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?"
.

Abraham memanggil Tuhannya dengan panggilan ‘Tuhan ALLAH’, berasal dari kata ‘Elohim Yahweh’. Dalam kitab Kel 6:3 jelas dan terang dikatakan bahwa Ibrahim belum diperkenalkan dengan nama diri Tuhan “YHWH/Yahweh’, maka muncul pertanyaan : apa nama Tuhan yang sebenarnya keluar dari mulut Abraham tersebut..?? Apakah Abraham hanya menyebut kata ‘Tuhan’ atau ‘Elohim’ saja sebagai nama jabatan/sebutan/gelar, atau memang menyebut dua-duanya, yang satu merupakan nama jabatan, yang lainnya adalah nama diri Tuhan yang memang sudah dikenal Abraham, namun nama tersebut yang pasti bukan ‘YHWH/Yahweh’…

Dalam banyak ayat, kita juga menemukan istilah ‘El/Elohim/Eloah’ yang diakui oleh pihak Kristen sendiri merupakan nama yang paling ‘dini’ ditemukan dalam Alkitab. Nama ‘El/Elohim/Eloah’ juga diakui punya dua makna, yaitu sebagai ‘nama diri’ dan sebagai ‘nama jabatan’ (lihat http://injil.ws/yesus/tuhan-allah.html ). Lalu darimana kita tahu ketika manusia sebelum Musa menyebut ‘El/Elohim/Eloah’ itu harus diartikan dengan nama jabatan dan bukan nama diri. Itu hanyalah merupakan ‘pengarahan’ dari 5 kitab Musa yang sudah menyatakan nama diri Tuhan adalah ‘YHWH/Yahweh’, karena adanya pernyataan tersebut maka nama ‘El/Elohim/Eloah’ diposisikan sebagai nama jabatan dan bukan nama diri.

Dari tulisan diatas, bisa disimpulkan :

a. Satu-satunya sumber penjelasan tentang nama diri Tuhan ‘YHWH/Yahweh’ hanyalah 5 kitab Musa, yang ditulis/kesaksian oleh Musa seorang diri (sesuai pemahaman Kristen).
b. Penjelasan tentang kapan pertama kali nama diri Tuhan ‘YHWH/Yahweh’ diperkenalkan ternyata simpang siur.
c. Penjelasan tentang nama diri Tuhan ‘YHWH/Yahweh’ dalam kitab tersebut ternyata mempunyai kesalahan dan tidak berdasarkan fakta yang sebenarnya.
d. Ada indikasi dalam kitab tersebut bahwa orang-orang sebelum jaman Musa telah menyebut nama diri Tuhan yang lain.
e. Ada indikasi bahwa nama diri Tuhan tesebut adalah ‘El/Elohim/Eloah’ yang mirip dengan nama diri Tuhan dalam ajaran Islam yaitu ‘Allah’

3. BAGAIMANA CERITANYA MENURUT AL-QUR’AN…??

Sekarang kita coba mengemukakan berdasarkan sumber yang lain, sebagaimana 5 kitab Musa, sumber tersebut juga berdasarkan ‘kesaksian seorang diri’ dari nabi Muhammad SAW. Saya sendiri tidak menemukan kata ‘Allah’ keluar dari mulut nabi Adam dan Hawa termasuk juga ketika Al-Qur’an bercerita tentang penciptaan manusia dan kehidupan kedua nenek moyang umat manusia tersebut ketika berada di ‘jannah’. Satu-satunya sebutan Tuhan yang ada, hanyalah kata ‘rabb’, yaitu bahasa Arab dari nama jabatan Tuhan :

[
7:23] Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

Saya juga tidak menemukan nama diri ‘Allah’ tersebut keluar dari mulut Iblis maupun malaikat pada peristiwa tersebut. Para malaikat dicatat menyebut kata ganti orang pertama ‘Engkau’ dan Iblispun juga demikian, selain menyebut ‘Engkau’ juga menyebut kata ‘Tuhan’ sebagai nama jabatan. Apa rahasia dibalik ini..?? Apakah waktu disurga dan ketika Adam dan Hawa diturunkan ke bumi, Allah belum memperkenalkan nama-Nya..?? Manusia yang pertama yang menyebut nama Allah adalah Habil, anak nabi Adam dan Hawa :

[5:27] Berkata Habil: "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa".


Darimana Habil mengetahui nama diri Tuhan tersebut..?? Apakah dari kedua orang tuanya..?? Disini kita bisa menganalisa bahwa ‘kemungkinan besar’ nama diri Tuhan sudah diperkenalkan sejak Adam pertama kali diciptakan dan berdiam di ‘jannah’ bersama istri beliau. Logikanya, kalau Tuhan memberikan pengetahuan tentang nama-nama sesuatu, maka pertama kali yang akan diberitahukan-Nya pastilah nama-Nya sendiri. Apalagi Adam dan Hawa pertama kali tinggal disurga, ‘rumah’ Tuhan dan berkumpul bersama Tuhan. Tidak masuk akal kalau anda misalnya tinggal di istana Presiden RI, namun selama anda berdiam disitu bertahun-tahun sama sekali tidak diperkenalkan siapa nama Presidennya. Jadi ketika Al-Qur’an menerangkan :

[2:31] Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar!"

Apakah masuk akal kalau Allah memberi pengetahuan kepada Adam tentang nama benda ; bumi, langit, burung, pohon, binatang..tapi tidak memperkenalkan nama diri-Nya sendiri..?? Sekalipun Al-Qur'an tidak menginformasikannya, namun berdasarkan ayat-ayat lain yang bisa kita 'rangkai' dengan akal sehat, kesimpulan akan mengarah kepada : Tuhan memang telah memperkenalkan nama diri-Nya sejak pertama-kali manusia diciptakan. Selanjutnya secara konsisten, Al-Qur’an menyampaikan manusia setelah itu mengenal nama diri Allah sebagai nama Tuhan yang harus disembah :

[7:59] Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya."
[21:66] Ibrahim berkata: Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfa'at sedikitpun dan tidak (pula) memberi mudharat kepada kamu?"
[12:66]maka Ya'qub berkata: "Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan (ini)".

Bahkan Al-Qur’an juga menjelaskan nabi dan Rasul Allah sesudah itu juga memanggil Allah sebagai nama diri Tuhan yang harus disembah :

[7:140] Musa menjawab: "Patutkah aku mencari Tuhan untuk kamu yang selain dari pada Allah, padahal Dialah yang telah melebihkan kamu atas segala umat.
[5:72] Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu".

Khususnya buat nabi Isa Almasih, ternyata berdasarkan catatan alkitab Perjanjian Baru, beliau juga menyebut kata ‘El/Elohim/Eloah’, atau yang mirip dengan bunyi kata tersebut. Kitab Perjanjian Baru aslinya ditulis dalam Bahasa Yunani, namun khusus untuk ucapan Yesus ini, kalimatnya tidak diterjemahkan :

Menarik sekali bahwa ketika Yesus sendiri berseru di kayu salib ia menterjemahkan kata 'El' dalam bahasa Ibrani itu menjadi 'Eloi' dalam bahasa Aram yang dalam terjemahan LAI disebut sebagai bahasa Ibrani. Bahasa aslinya sebenarnya adalah 'hebraic dialekto' (dialek Ibrani) atau 'hebraisti' (lidah orang Ibrani).

Ternyata Yesus tidak berseru ‘YHWH/Yahweh’, padahal beliau waktu itu bukan dalam kondisi dan situasi ‘sembarangan’ sesuai larangan dalam Perjanjian Lama :

Kel 20:7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.


Tidak seorangpun punya pikiran kalau ketika itu Yesus memanggil nama diri Tuhan 'YHWH/Yahweh' artinya Yesus sudah memanggil nama Tuhan dengan sembarangan, justru seharusnya dalam kondisi kritis tersebutlah Yesus paling pantas memanggil nama diri Tuhan yang dikeramatkan kaum Yahudi tersebut. lalu mengapa Yesus sampai lupa dan malah memanggil nama Tuhan yang lain..??

4. PERKEMBANGAN BAHASA

Dalam beberapa penjelasan, termasuk dalam tafsir Al-Qur’an, dijelaskan bahwa kata ‘Allah’ sebagai nama diri bisa berasal dari Bahasa Arabnya ‘al-ilaah’ :

Tetapi banyak ulama berpendapat, bahwa kata ‘Allah’ asalnya adalah ‘Ilaah’, yang dibubuhi huruf ‘Alif’ dan ‘Laam’ dan dengan demikian, ‘Allah’ merupakan nama khusus, karena itu tidak dikenal bentuk jamaknya. Sedangkan ‘Ilaah’ adalah nama yang bersifat umum dan yang dapat berbentuk jamak (plural), yaitu ‘Alihah’. Dalam Bahasa Inggeris, baik yang bersifat umum maupun khusus, keduanya diterjemahkan dengan ‘god’, demikian juga dalam Bahasa Indonesia keduanya dapat diterjemahkan dengan ‘tuhan’, tapi cara penulisannya dibedakan. Yang bersifat umum ditulis dengan huruf kecil ‘god/tuhan’, dan yang bermakna khusus ditulis dengan huruf besar ‘God/Tuhan’.

Sekarang bagaimana kalau logikanya kita balik..?? kata ‘al-ilaah’ tersebut justru berasal dari nama diri Allah..??, dalam pekembangan suatu bahasa, umum kita temukan nama diri seseorang berkembang menjadi suatu istilah/sebutan gelar. Misalnya nama diri Adam, kemudian berkembang menjadi suatu istilah buat laki-laki, misalnya disebut : kaum adam untuk menunjukkan sekelompok laki-laki. Contoh tersebut bukan tidak mungkin terjadi kepada nama diri ‘Allah’. Dalam perkembangannya kemudian Bahasa Arab mengadopsi nama yang sudah dikenal umat manusia sejak pertama itu menjadi istilah untuk sesuatu ‘Yang Disembah

By : Swara Muslim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...